Trik Efektif Pemasaran Digital Melalui Media Sosial

Digital marketing atau pemasaran digital melalui social media atau biasa kita singkat sosmed, saat ini telah menjadi trend dalam teknik pemasaran digital. Jika kamu berfikir bahwa menggunakan media social harus memiliki follower yang banyak, kamu singkirkan pemikiran itu, Kamu tidak harus memiliki jutaan follower atau selalu melakukan campaign produk, karena kamu bisa memanfaatkan fungsi media sosial sebagai penghubung antara kamu dengan audiens dan pelanggan potensial.

Dari hasil riset yang dilaksanakan oleh We Are Social – perusahaan media asal Inggris, yang berkolaborasi dengan Hootsuite, kurang lebih 130 juta masyarakat Indonesia yang aktif memakai media sosial

Jika dilihat dari Jumlah warga negara Indonesia pada Januari 2018 tercatat 265,4 juta jiwa, Ini berarti estimasi pemakai media sosial di Indonesia adalah 49% dari jumlah total populasi.

Dengan data tersebut, berarti kurang lebih 99% penduduk Indonesia menggunakan social media, dengan begitu memanfaatkan social media sebagai tempat pemasaran yang strategis menjadi hal yang wajib. Yuk simak tips marketing melalui media sosial berikut ini.

 Persiapan Marketing dengan Media Sosial

Melakukan riset pasar sebagai persiapan awal sebelum melakukan kegiatan digital marketing atau pemasaran digital pada platform social media akan membantu kamu untuk lebih mengenal target konsumen kamu, seperti usia, wilayah, pekerjaan dan kebiasaan. Semakin kamu fokus kepada target semakin tepat sasaran dan akan memenuhi target dengan cepat.

Menggunakan Metrik yang Tepat

Bagian dari strategi media sosial yang paling penting, salah satunya adalah memilih jenis metrik untuk pemasaran bisnis kamu. Google Analytics adalah metode yang baik untuk pengukuran metrik ini. Kuncinya metrik ini digunakan untuk mendapatkan data tentang audiens, lalu menggunakannya untuk mengoptimalkan pemasaran dengan pendekatan terhadap customer.

Memasarkan Ulang

Sebagai langkah dasar, iklan Facebook adalah cara paling mudah untuk mengatur target dan parameter. Sementara, tugas kamu adalah memahami metrik serta menemukan yang paling efektif. Teruslah melakukan uji coba sampai menemukan cara yang paling efektif. Sedangkan pemasaran ulang adalah mengarahkan iklan ke orang-orang yang pernah mengunjungi website kamu.

Menggunakan Media Sosial untuk Layanan Pelanggan

Salah satu media sosial yang sering digunakan untuk layanan seperti ini adalah Twitter. Meski sudah cukup jarang digunakan orang-orang, namun masih banyak perusahaan menggunakannya sebagai strategi untuk meningkatkan layanan pelanggan, serta agar konsisten menjaga hubungan positif dengan customer mereka

Membuat Jenis Konten yang Bervariasi

Menurut Wordstream, lebih dari 80% pengguna Twitter menonton konten video. Lalu, hampir setengah dari pengguna media sosial menonton video di Facebook atau YouTube minimal satu jam dalam sehari.

Video kini benar-benar merajai konten media sosial. Coba kamu lebih berkreasi lagi untuk membuat konten baik video maupun foto. Bisa dengan mencantumkan iklan dalam story Instagram, atau mengunggah foto dengan desain eye-catching pada feed supaya tetap segar dan menarik.

Berfikirlah untuk lebih tertantang bagaimana iklan kamu nanti akan menjadi menarik tanpa harus merasa rugi dengan budget yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

Apabila ternyata kamu sudah membuat iklan dengan target audiens yang tepat, tetapi tidak membuat konten dengan matang dan penuh persiapan, maka apa yang kamu lakukan akan sia-sia saja mengiklankan produk kamu.

Terkoneksi dengan Pelanggan Melalui Iklan

Sifat pemasaran melalui media sosial berbeda dengan marketing tradisional. Dalam marketing media sosial, kuncinya adalah keaslian sebuah merek. Inilah yang dimanfaatkan brand-brand besar. Mereka fokus terhadap branding sehingga pelanggan tertarik dan mudah mengidentifikasi merek tersebut.

Contohnya, iklan sampo X yang mengenalkan slogan “rambut cantik alami.” Nah, orang-orang menyukainya karena tema iklan tersebut sangat nyata, seperti yang biasa terjadi sehari-hari. Di mana, banyak orang terutama wanita ingin memiliki rambut cantik alami. Sementara, iklannya juga bukan “berjualan” langsung, melainkan dikemas seperti soft-selling dengan diawali wanita yang curhat mengenai masalah rambutnya.

Itulah tadi beberapa trik efektif yang bisa menjadi langkah penting yang bisa kamu terapkan dalam pemasaran melalui media sosial atau sosmed. Menerapkan strategi yang tepat dapat membantu mengembangkan bisnis kamu. Selamat mencoba.

Share